![]() |
Selasa, 05 Juni 2012
Ajaran Kasih Terhebat
Sabtu, 02 Juni 2012
Alan Greenspan Sosok Dibalik Gejolak Ekonomi Dunia
Ketika Tuhan Mengatakan Tidak
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat. Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."
Ya Tuhan beri aku kesabaran. Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."
Ya Tuhan beri aku kebahagiaan. Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."
Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan. Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."
Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat. Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku. Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"
Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali
Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah. Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan. Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat. Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es.
Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.
Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkannya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.
"There's a time and place for everything, for everyone. God works in a mysterious way." We wont know what is HIS plan, but one thing we have to believe HE always give us the best way eventhough it will hurt us.
Sebuah Piano Merah Mahoni
Setiap kali kami memasang iklan di daerah perkebunan kapas di Missouri tenggara, maka kami akan menerima tanggapan di atas kartu pos dari seorang wanita tua yang menulis, “Tolong kirimkan sebuah piano baru untuk cucu perempuanku. Warnanya harus merah mahoni. Aku sanggup membayar sepuluh dollar per bulan dari hasil penjualan telur.”
Tentu saja kami tidak dapat menjual sebuah piano baru dengan cicilan sepuluh dollar setiap bulan. Tidak ada bank yang mau menangani pembayaran cicilan sekecil itu, jadi kami abaikan saja kartu pos itu.
Pada suatu hari aku kebetulan berada di daerah itu untuk memenuhi permintaan beberapa pembeli, dan karena keingin-tahuanku, maka aku memutuskan untuk mengunjungi wanita tua penulis kartu pos itu. Aku sudah membayangkan apa yang akan aku temui. Wanita tua itu tinggal di sebuah gubug kecil sebagaimana lazimnya petani yang berbagi hasil di tengah perkebunan kapas.
Gubugnya berlantai tanah dan banyak ayam berkeliaran di dalam gubuk itu. Tentu saja ia tidak memiliki mobil, telpon, atau pekerjaan tetap. Ia tidak memiliki apa-apa kecuali atap di atas kepalanya. Atapnyapun tidak begitu baik karena aku dapat melihat langit biru dari dalam. Cucu perempuannya kira-kira berusia sepuluh tahun, bertelanjang kaki dan memakai baju dari bekas karung terigu.
Aku menerangkan kepada wanita tua ini bahwa perusahaan kami tidak dapat menjual piano dengan cicilan sepuluh dollar sebulan dan aku mohon kepadanya untuk tidak mengirimkan kartu pos sebagai tanggapan atas iklan kami. Aku meninggalkan gubuk mereka dengan hati yang hancur.
Keteranganku tidak ada gunanya karena ia tetap saja menulis kartu pos permintaannya. Kartu pos dengan permintaan yang sama datang setiap enam minggu. Permintaannyapun sama, sebuah permohonan memelas untuk sebuah piano merah mahoni disertai janji dan sumpah bahwa ia tidak akan membayar terlambat cicilannya. Memang amat menyedihkan.
Beberapa tahun kemudian aku akhirnya memiliki perusahaan piano sendiri dan ketika aku memasang iklan di daerah itu, kartu pos dengan isi yang sama mulai berdatangan. Berbulan-bulan lamanya aku abaikan. Apa yang dapat aku lakukan?
Tetapi pada suatu hari ketika aku berada di daerah itu, ada sesuatu yang menggerakkan hatiku. Aku membawa sebuah piano merah mahoni di atas truk. Meskipun tahu bahwa aku akan membuat keputusan bisnis yang keliru, aku mengantar piano tersebut ke gubuk wanita tua itu. Aku tidak mengikut-sertakan bank. Aku sendiri yang menanda-tangani kontrak senilai sepuluh dollar sebulan tanpa bunga dan itu berarti lima puluh dua kali pembayaran.
Aku menurunkan piano dan memasukkannya ke dalam gubuk dan memilih tempat yang kelihatannya tidak akan kebocoran. Aku mengingatkan nenek serta cucunya agar tidak membiarkan ayam bermain dekat piano. Ketika beranjak pergi, aku merasa yakin telah membuang sebuah piano baru.
Tetapi memang pembayaran datang tepat waktu, lima puluh dua bulan, tepat seperti yang ia janjikan. Kadang-kadang ia membayar dengan uang logam yang ditempel pada sebuah karton tebal di dalam amplop. Menakjubkan memang. Aku telah melupakan hal itu selama dua puluh tahun.
Pada suatu hari aku berada di Memphis dalam rangka bisnis dan sesudah makan malam di sebuah hotel mewah, aku duduk di sofa sambil minum. Di kejauhan aku mendengar alunan suara piano yang amat indah. Aku mencari-cari dan terlihat seorang wanita muda yang cantik sedang bermain di sebuah grand piano.
Karena aku juga seorang pemain piano, aku dapat mengenali permainan seseorang yang amat mahir. Aku pindah mendekati si pemain piano agar bisa mendengar dan melihat. Ia tersenyum kepadaku dan bertanya adakah lagu yang aku ingin ia mainkan?
Ketika beristirahat ia menghampiriku dan duduk di mejaku.
“Apakah anda pria yang menjual piano kepada nenekku bertahun-tahun yang lalu?”
Aku tidak menyadari kata-katanya, jadi aku memintanya menerangkan apa yang ia maksudkan. Ia mulai bercerita dan aku tiba-tiba ingat. Oh! Ia adalah gadis yang tidak beralas kaki serta memakai baju dari bekas karung terigu itu.
Ia mengatakan bahwa namanya Elise dan karena dulu neneknya tidak mampu membayar seorang guru piano, maka ia belajar bermain piano dengan cara mendengarkan radio. Ia juga mengatakan bahwa mula-mula ia bermain di tempat kebaktian yang harus mereka capai dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer.
kemudian ia bermain di sekolah dan memenangkan banyak perlombaan bermain piano, dan kemudian menerima beasiswa. Ia juga bercerita bahwa ia sudah menikah dengan seorang pengacara yang telah membelikannya sebuah grand piano yang sangat indah.
Kemudian aku bertanya,
“Elise, apa warna piano itu?”
“Merah mahoni,” jawabnya.
Apakah ia tahu pentingnya warna merah mahoni itu? Keberanian dan ketekunan dari neneknya untuk mengharapkan sebuah piano berwarna merah mahoni ketika tidak ada orang yang mau menjual piano kepadanya. Juga keberhasilan yang bukan main dari gadis kecil yang tidak beralas kaki dan hanya memakai baju dari bekas karung terigu.
Mungkin Elise tidak tahu semuanya ini, namun aku amat tahu. Ini semua hanya dapat terjadi karena kasih seorang nenek terhadap cucunya…
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
search
CATEGORIES DOWNLOAD
SOFTWARE
WEST MOVIE
novel
math
mp3 west
CERITA BIJAK
number theory
pc games
mathematical modeling
book
olympiad book
other book
internet
topology
ANIMATION MOVIE
INSPIRASI
MOTIVASI
physic
abstract algebra
differenial equation1
discrete mathematich
geometry
mathematich physic
ASIAN MOVIE
statistic
calculus
dreamweaver
analysis
complex analysis1
software gratiss
analisis real
combinatorial
RELIGION MOVIE
mp3 christmas west
numeric analysis 1
engineering
html
INDONESIA MOVIE
mathematich analysis
trigonometry1
CARI DUIIIT
accounting
mathematical economic
mathematical logic
spss
INDIA MOVIES
css
maple
linear algebra
mathematical programing
hack
functional analysis
schaum's
xhtml
PKM
mp3 indonesia
silabus1
vector analysis
CPNS dan STAN
IMO
OSN
SKRIPSI
asp
berita
forum diskusi
mp3 rohani indonesia
php
suchor





