Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juni 2012

Ajaran Kasih Terhebat


Ada seorang pengembara yang sangat ingin melihat pemandangan yang ada di balik suatu gunung yang amat tinggi. Maka disiapkanlah segala peralatannya dan berangkatlah ia. Karena begitu beratnya medan yang harus dia tempuh, segala perbekalan dan perlengkapannya pun habis. Akan tetapi, karena begitu besar keinginannya untuk melihat pemandangan yang ada di balik gunung itu, ia terus melanjutkan perjalannya. Sampai suatu ketika, ia menjumpai semak belukar yang sangat lebat dan penuh duri. Tidak ada jalan lain selain ia harus melewati semak belukar itu.

Pikir pengembara itu "Wah, jika aku harus melewati semak ini, maka kulitku pasti akan robek dan penuh luka. Tapi aku harus melanjutkan perjal anan ini."
Maka pengembara itupun mengambil ancang-ancang dan ia menerobos semak itu.
Ajaib, pengembara itu tidak mengalami luka goresan sedikitpun. Dengan penuh sukacita, ia kemudian melanjutkan perjalanan dan berkata dalam hati
"Betapa hebatnya aku. Semak belukarpun tak mampu menghalangi aku."

Selama hampir 1 jam lamanya ia berjalan, tampaklah di hadapannya kerikil-kerikil tajam berserakan. Dan tak ada jalan lain selain dia harus melewati jalan itu. Pikir pengembara itu untuk kedua kalinya
"Jika aku melewati kerikil ini, kakiku pasti akan berdarah dan terluka. Tapi aku tetap harus melewatinya."

Maka dengan segenap tekadnya, pengembara itu berjalan. Ajaib, ia tak mengalami luka tusukkan kerikil itu sedikitpun dan tampak kakinya dalam keadaan baik-baik saja.
Sekali lagi ia berkata dalam hati : "Betapa hebatnya aku. Kerikil tajampun tak mampu menghalangi jalanku."

Pengembara itupun kembali melanjutkan perjalanannya. Saat hampir sampai di puncak gunung itu, ia kembali menjumpai rintangan. Batu-batu besar dan licin menghalangi jalannya, dan tak ada jalan lain selain dia harus melewatinya. Pikir pengembara itu untuk yang ketiga kalinya : "Jika aku harus mendaki batu-batu ini, aku pasti akan tergelincir dan tangan serta kakiku akan patah. Tapi aku ingin sampai di puncak itu. Aku harus melewatinya."

Maka pengembara itupun mulai mendaki batu itu dan ia...tergelincir. Aneh, setelah bangkit, pengembara itu tidak merasakan sakit di tubuhnya dan tak ada satupun tulangnya yang patah.
"Betapa hebatnya aku. Batu-batu terjal inipun tidak dapat menghalangi jalanku."

Maka, iapun melanjutkan perjalanan dan sampailah ia di puncak gunung itu. Betapa sukacitanya ia melihat pemandangan yang sungguh indah dan tak pernah ia melihat yang seindah ini. Akan tetapi, saat pengembara itu membalikkan badannya, tampaklah di hadapannya sosok manusia yang penuh luka sedang duduk memandanginya.

Tubuhnya penuh luka goresan dan kakinya penuh luka tusukan dan darah. Ia tak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya karena patah dan remuk tulangnya.

Berkatalah pengembara itu dengan penuh iba pada sosok penuh luka itu : "Mengapa tubuhmu penuh luka seperti itu? Apakah karena segala rintangan yang ada tadi? Tidak bisakah engkau sehebat aku karena aku bisa melewatinya tanpa luka sedikitpun? Siapakah engkau sebenarnya?"

Jawab sosok penuh luka itu dengan tatapan penuh kasih : "Aku adalah Tuhanmu. Betapa hatiKu tak mampu menolak untuk menyertaimu dalam perjalanan ini, mengingat betapa inginnya engkau melihat keindahan ini. Ketahuilah, saat engkau harus melewati semak belukar itu, Aku memelukmu erat supaya tak satupun duri merobek kulitmu. Saat kau harus melewati kerikil tajam, maka Aku menggendongmu supaya kakimu tidak tertusuk. Ketika kau memanjat batu licin dan terjatuh, Aku menopangmu dari bawah agar tak satupun tulangmu patah. Ingatkah engkau kembali padaKU?"

Pengembara itupun terduduk dan menangis tersedu-sedu.
Untuk kedua kalinya, Tuhan harus menumpahkan darahNya untuk suatu kebahagiaan.

Kadang, kita lupa bahwa Tuhan selalu menyertai & melindungi kita.
Kita lebih mudah ingat betapa hebatnya diri kita yang mampu melampaui segala rintangan tanpa menyadari bahwa Tuhan bekerja di sana. Dan sekali lagi, Tuhan harus berkorban untuk keselamatan kita. Maka, seperti Tuhan yang tak mampu menolak untuk menyertai anakNya, dapatkah kita juga tak mampu menolak segala kasihNya dalam perjalanan hidup kita dan membiarkan tanganNya bekerja dalam hidup kita?

Sabtu, 02 Juni 2012

Ketika Tuhan Mengatakan Tidak

Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku. Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat. Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."
Ya Tuhan beri aku kesabaran. Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."
Ya Tuhan beri aku kebahagiaan. Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."
Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan. Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."
Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat. Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku. Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"
Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali
Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah. Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan. Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat. Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es.
Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.
Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkannya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.
"There's a time and place for everything, for everyone. God works in a mysterious way." We wont know what is HIS plan, but one thing we have to believe HE always give us the best way eventhough it will hurt us.

Sebuah Piano Merah Mahoni

Bertahun-tahun yang lalu ketika aku masih berusia dua puluhan, aku bekerja sebagai seorang salesman untuk perusahaan piano St. Louis. Kami menjual piano ke seluruh negara bagian dengan cara mengiklankan di koran-koran setempat. Jika kami sudah mendapatkan banyak pesanan, maka kami akan mengirimkan piano-piano dengan truk.
Setiap kali kami memasang iklan di daerah perkebunan kapas di Missouri tenggara, maka kami akan menerima tanggapan di atas kartu pos dari seorang wanita tua yang menulis, “Tolong kirimkan sebuah piano baru untuk cucu perempuanku. Warnanya harus merah mahoni. Aku sanggup membayar sepuluh dollar per bulan dari hasil penjualan telur.”
Tentu saja kami tidak dapat menjual sebuah piano baru dengan cicilan sepuluh dollar setiap bulan. Tidak ada bank yang mau menangani pembayaran cicilan sekecil itu, jadi kami abaikan saja kartu pos itu.
Pada suatu hari aku kebetulan berada di daerah itu untuk memenuhi permintaan beberapa pembeli, dan karena keingin-tahuanku, maka aku memutuskan untuk mengunjungi wanita tua penulis kartu pos itu. Aku sudah membayangkan apa yang akan aku temui. Wanita tua itu tinggal di sebuah gubug kecil sebagaimana lazimnya petani yang berbagi hasil di tengah perkebunan kapas.
Gubugnya berlantai tanah dan banyak ayam berkeliaran di dalam gubuk itu. Tentu saja ia tidak memiliki mobil, telpon, atau pekerjaan tetap. Ia tidak memiliki apa-apa kecuali atap di atas kepalanya. Atapnyapun tidak begitu baik karena aku dapat melihat langit biru dari dalam. Cucu perempuannya kira-kira berusia sepuluh tahun, bertelanjang kaki dan memakai baju dari bekas karung terigu.
Aku menerangkan kepada wanita tua ini bahwa perusahaan kami tidak dapat menjual piano dengan cicilan sepuluh dollar sebulan dan aku mohon kepadanya untuk tidak mengirimkan kartu pos sebagai tanggapan atas iklan kami. Aku meninggalkan gubuk mereka dengan hati yang hancur.
Keteranganku tidak ada gunanya karena ia tetap saja menulis kartu pos permintaannya. Kartu pos dengan permintaan yang sama datang setiap enam minggu. Permintaannyapun sama, sebuah permohonan memelas untuk sebuah piano merah mahoni disertai janji dan sumpah bahwa ia tidak akan membayar terlambat cicilannya. Memang amat menyedihkan.
Beberapa tahun kemudian aku akhirnya memiliki perusahaan piano sendiri dan ketika aku memasang iklan di daerah itu, kartu pos dengan isi yang sama mulai berdatangan. Berbulan-bulan lamanya aku abaikan. Apa yang dapat aku lakukan?
Tetapi pada suatu hari ketika aku berada di daerah itu, ada sesuatu yang menggerakkan hatiku. Aku membawa sebuah piano merah mahoni di atas truk. Meskipun tahu bahwa aku akan membuat keputusan bisnis yang keliru, aku mengantar piano tersebut ke gubuk wanita tua itu. Aku tidak mengikut-sertakan bank. Aku sendiri yang menanda-tangani kontrak senilai sepuluh dollar sebulan tanpa bunga dan itu berarti lima puluh dua kali pembayaran.
Aku menurunkan piano dan memasukkannya ke dalam gubuk dan memilih tempat yang kelihatannya tidak akan kebocoran. Aku mengingatkan nenek serta cucunya agar tidak membiarkan ayam bermain dekat piano. Ketika beranjak pergi, aku merasa yakin telah membuang sebuah piano baru.
Tetapi memang pembayaran datang tepat waktu, lima puluh dua bulan, tepat seperti yang ia janjikan. Kadang-kadang ia membayar dengan uang logam yang ditempel pada sebuah karton tebal di dalam amplop. Menakjubkan memang. Aku telah melupakan hal itu selama dua puluh tahun.
Pada suatu hari aku berada di Memphis dalam rangka bisnis dan sesudah makan malam di sebuah hotel mewah, aku duduk di sofa sambil minum. Di kejauhan aku mendengar alunan suara piano yang amat indah. Aku mencari-cari dan terlihat seorang wanita muda yang cantik sedang bermain di sebuah grand piano.
Karena aku juga seorang pemain piano, aku dapat mengenali permainan seseorang yang amat mahir. Aku pindah mendekati si pemain piano agar bisa mendengar dan melihat. Ia tersenyum kepadaku dan bertanya adakah lagu yang aku ingin ia mainkan?
Ketika beristirahat ia menghampiriku dan duduk di mejaku.
“Apakah anda pria yang menjual piano kepada nenekku bertahun-tahun yang lalu?”
Aku tidak menyadari kata-katanya, jadi aku memintanya menerangkan apa yang ia maksudkan. Ia mulai bercerita dan aku tiba-tiba ingat. Oh! Ia adalah gadis yang tidak beralas kaki serta memakai baju dari bekas karung terigu itu.
Ia mengatakan bahwa namanya Elise dan karena dulu neneknya tidak mampu membayar seorang guru piano, maka ia belajar bermain piano dengan cara mendengarkan radio. Ia juga mengatakan bahwa mula-mula ia bermain di tempat kebaktian yang harus mereka capai dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer.
kemudian ia bermain di sekolah dan memenangkan banyak perlombaan bermain piano, dan kemudian menerima beasiswa. Ia juga bercerita bahwa ia sudah menikah dengan seorang pengacara yang telah membelikannya sebuah grand piano yang sangat indah.
Kemudian aku bertanya,
“Elise, apa warna piano itu?”
“Merah mahoni,” jawabnya.
Apakah ia tahu pentingnya warna merah mahoni itu? Keberanian dan ketekunan dari neneknya untuk mengharapkan sebuah piano berwarna merah mahoni ketika tidak ada orang yang mau menjual piano kepadanya. Juga keberhasilan yang bukan main dari gadis kecil yang tidak beralas kaki dan hanya memakai baju dari bekas karung terigu.
Mungkin Elise tidak tahu semuanya ini, namun aku amat tahu. Ini semua hanya dapat terjadi karena kasih seorang nenek terhadap cucunya…

Hal Tepenting Yang Dilupakan


Namaku Riri, aku saat ini sedang kuliah semester akhir di sebuah universitas negeri. Aku kuliah disebuah jurusan yang cukup favorit, yaitu jurusan Kedokteran. Sebuah jurusan – yang aku yakini – dapat membuat hidupku lebih baik di masa mendatang.
Bukan kehidupan yang hanya untukku, tetapi juga buat keluargaku yang telah susah payah mengumpulkan uang – agar aku dapat meneruskan dan meluluskan kuliahku. Kakakku juga rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-biaya laboratoriumku yang cukup tinggi.
Hari ini adalah hari ujian semesteranku. Mata kuliah ini diampu oleh dosen yang cukup unik, dia ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan. “Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa.” katanya beberapa waktu lalu.
Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan, kami para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam kertas ujian kami. Ketakutanku terjawab hari ini, 9 pertanyaan yang dilontarkannya lumayan mudah untuk dijawab. Jawaban demi jawaban pun dengan lancar aku tulis di lembar jawabku.
Tinggal pertanyaan ke-10.
“Ini pertanyaan terakhir.” kata dosen itu.
“Coba tuliskan nama ibu tua yang setia membersihkan ruangan ini, bahkan seluruh ruangan di gedung Jurusan ini !” katanya.
Seluruh ruangan pun tersenyum. Mungkin mereka menyangka ini hanya gurauan, jelas pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang sedang diujikan kali ini.
“Ini serius !” lanjut Pak Dosen yang sudah agak tua itu dengan tegas. “Kalau tidak tahu mending dikosongkan aja, jangan suka mengarang nama orang !”
Aku tahu ibu tua itu, dia mungkin juga satu-satunya cleaning service di gedung jurusan kedokteran ini. Aku tahu dia, orangnya agak pendek, rambut putih yang selalu digelung, dan ia selalu ramah serta amat sopan dengan mahasiswa-mahasiswa di sini. Ia selalu menundukkan kepalanya saat melewati kerumunan mahasiswa yang sedang nongkrong.
Tapi satu hal yang membuatku konyol.. aku tidak tahu namanya ! dan dengan terpaksa aku memberi jawaban ‘kosong’ pada pertanyaan ke-10 ini.
Ujian pun berakhir, satu per satu lembar jawaban pun dikumpulkan ke tangan dosen itu. Sambil menyodorkan kertas jawaban, aku memberanikan bertanya kepadanya kenapa ia memberi ‘pertanyaan aneh’ itu, serta seberapa pentingkah pertanyaan itu dalam ujian kali ini.
“Justru ini adalah pertanyaan terpenting dalam ujian kali ini” katanya. Beberapa mahasiswa pun ikut memperhatikan ketika dosen itu berbicara.
“Pertanyaan ini memiliki bobot tertinggi dari pada 9 pertanyaan yang lainnya, jika anda tidak mampu menjawabnya, sudah pasti nilai anda hanya C atau D !”
Semua berdecak, aku bertanya kepadanya lagi, “Kenapa Pak ?”
Kata dosen itu sambil tersenyum, “Hanya yang peduli pada orang-orang sekitarnya saja yang pantas jadi dokter.” Ia lalu pergi membawa tumpukan kertas-kertas jawaban ujian itu.

Minggu, 10 Oktober 2010

KUMPULAN CERITA BIJAK,MOTIVASI dan INSPIRASI

Setiap hari bertambah bijak merupakan keinginan setiap manusia...namun bukan hal yang gampang butuh waktu yang sangat lama untuk itu...buka cuma teori namun praktenyA juga harus dipadukan agar Bijak terealisasi..
seiring jaman yang penuh denggan persaingan sering kali orang-orang disekeliling kita dan kita juga mengalami pergolakan batin seperti krisis kepercayaan diri,pesimistis, dan banyal lagi yang terkadang energi tubuh kita yang seharusnya dihasilkan luar biasa menjadi biasa....karena melihat hal yang demikian....tergerak dari diri sendiri dan melihat fakta krisis optimisme yang terjadi sekarang maka ini adalah tambahan buku yang saya coba kumpulkan buat teman-teman sekalian...semoga berguna....(ini bukan berarti dengan saya menyediakan referensi buku berarti saya berhasil dalam menepisis ke-krisisan Opotimisme itu..bukan seperti itu,,...saya...., anda ,dan teman teman yang lain kita sama-sama belajar...)


Semoga Bermanfaat.........! 

Jumat, 08 Oktober 2010

KESAKSIAN SEMANGKA

 "KESAKSIAN SEMANGKA"

Pada suatu hari ketiak William Jennings makan seiris semangka, ia berfikir, bahwa ia dapat menggunakan hal itu untuk ilustrasi khotbahnya. Setelah memperkirakan berat semangka itu seluruhnya, kira-kira 20 kg, ia mengumpulkan bijinya dan menimbangnya. Untuk mendapatkan berat setengah kilogram ia membutuhkan kira-kira 5000 biji.

Ia duduk di meja dan menulis, “Baru-baru ini seseorang menanam biji semangka di tanah. Di bawah pengaruh sinar matahari dan hujan, biji itu membuka kulitnya dan bekerja mengumpulkan kira-kira 2000.000 kali berat semula. Cobalah saudara hitung sendiri kalau ada 5000 biji (1/2 kg) berapa berat yang dihasilkan? Luar biasa. Ia memaksakan semuanay melalui biji yang kecil dan membentuk pohon semangka. Di luarnya kulit hijau dan didalamnya ada lapisan putih dan di dalamnya lagi ada daging berwarna merah dan manis rasanya. Siapakah arsitek yang merencanakan itu semua?

Dari mana biji semangka itu memperoleh kekuatan yang luar bisa? Dari mana ia memperoleh zat pewarnanya dan rasa manis yang segar?

Ini lain lagi, mengapa sapi hitam yang makan rumput hijau dapat menghasilkan susu yang putih? Cobalah juga saudara berjalan ke pegunungan atau ke pantai. Mengapa daun dan bunga bisa berwarna-warni? Langit dan laut bisa biru dengan pelangi yang indah? Kalau kita memperhatikan dengan teliti, tentu kita akan berkesan bahwa Tuhan adalah arsitek yang paling hebat.

Betapa banyak perbuatanMu, ya Tuhan. Sekaliannya Kau jadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaanMu.
Mazmur 104: 24

BERAPA BANYAK SAYA BOLEH MINUM???

BERAPA BANYAK SAYA BOLEH MINUM???

Seorang gadis cilik dari sebuah keluarga yang amat miskin terpaksa harus dirawat di rumah sakit karna sakitnya yang cukup berat. Pada hari pertama, perawat membawakan segelas susu untuknya. Ia sangat gembira karena di rumah ia tidak pernah minum susu dan kalau sesekali pernah, itu pun harus dibagi-bagi dengan saudaranya.

Setelah beberapa waktu berlalu, perawat kembali ke kamarnya untuk mengambil gelasnya, tetapi perawat mendapati gelas itu masih penuh. Dengan heran perawat bertanya, “Mengapa engkau tidak meminumnya? Apakah engkau memerlukan bantuan?”

“Tidak bu,”jawab gadis itu, “Ibu tidak mengatakan pada saya berapa banyak saya boleh minum!”

Perawat itu tahu kemiskinan gadis itu, sehingga ia menahan air matanya. “Minumlah semuanya, anak manis”, katanya dengan lembut. “Saya bawakan segelas penuh ini hanya untukmu!”

Tanpa sadar sessekali orang Kristen terhalang untuk minum sebanyak-banyaknya air dari sungai Tuhan, bukan karna tidak mengerti berapa banyak yang harus di minum, tetapi karena kesibukannya, kesuaman, merarasa sudah cukup, merasa tidak perlu, dan sbagainya. Ingat, seberapa banyak saudara membuka hati untuk diisi, itu yang akan menjadi ukuran seberapa banyak saudara bisa menjadi berkat.

Barang siapa yang minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barang siapa minum air yang kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air didalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai hidup yang kekal.
Yohanes 4:14

KURANG PERCAYA


"KURANG PERCAYA "

Thomas sering kita remehkan dan kita ejek sebagai murid yang kurang percaya. Namun demikian tidak sedikit dari antara kita yang bertindak sperti Thomas.

Saya teringat ketika berjalan menuju sekolah, di sudut jalan ada dinding tembok berkapur putih dengan tulisan “ Dilarang kencing disini ‘’. Yang membuat hran adalah bahwa beberapa orang orang malah kencing di tempat itu. Maksud tulisan itu adalah supaya tempat itu ttap bersih, tidak berbau dan bebas dari polusi.setelah seminggu tulisannya ditambah “ Dilarang kencing di sini kecuali anjing “. Tapi masih ada anjing-anjing berkaki dua yang kencing di situ. Aneh tapi nyata.
Pernahkah saudara, melihat tulisan “cat masih basah” pada pagar atau pintu yang baru di cat? Pernahkah saudara melihat tulisan “Baru disemen” pada bangku-bangku taman, teras atau tiang penyangga? Bagaimana pengalaman saudara, bukankah saudara lebih cenderung untuk memegangnya atau mencobanya?

Celakanya, ada banyak orang yang memperlakukan firman Tuhan seperti contoh di atas. Mengapa? Karena kurang percaya sehingga manusia itu tetap mencerminkan sifat manusia yang selalu berkata “Tunjukkan padaku!”

“…Berbahagialah mererka yang tidak melihat namun percaya”
yohanes 20:29

RAHASIA MENANG ATAS DOSA

"RAHASIA MENANG ATAS DOSA "

Seorang pemabuk berat bertobat dan hidup dengan penuh kemenangan selama beberapa minggu. Suatu hari ketika ia melewati pintu terbuka sebuah kedai minuman, bau yang tajam membangkitkan selera lamanya untuk minum. Tetapi kemudian ia melihat tanda pada jendela dekat kedai itu. “Semua lemak susu dapat anda minum, $25 per gelas!” dengan bersemangat ia masuk dan memesan satu sampai 3 lemak susu. Setelah selesai gelas yang ketiga, dia menjadi begitu kenyang sehingga begitu lewat warung minuman tadi ia tidak tergoda lagi.

DL Moody sekali waktu mendemonstrasikan prinsip ini, “Katakanlah, bagaimana saya dapat mengeluarkan udara dari gelas ini?” tanyanya di depan umum.

“Hisaplah dengan pompa!” kata seorang.
“Itu akan menimbulkan kehampaan dan dapat menyebabkan gelas ini pecah”, jawab penginjil itu.

Akhirnya setelah banyak saran, Moody mengambil sebuah kendi dan dengan perlahan, mengisi gelas itu dengan air.
“Apakah sekarang udara sudah berpindah?” tanya Moody. Semua terdiam mengiyakan.

Anak Tuhan akan berhasil menghilangkan kebiasaan dosa apabila ia mempersilahkan Roh Kudus memenuhinya.

Barang siapa percaya kepadaKu,…Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadanya.
Yohanes 7:38-39

Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atasmu dan kamu akan menjadi saksiKu…
Kisah Para Rasul 1:8

DALAM TANGAN SIAPA..?

Dalam Tangan Siapa? 

Bola basket dalam tanganku berharga $19.
Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Baseball dalam tanganku berharga $6.
Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku.
Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Tongkat dalam tanganku menghalau binatang buas.
Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.
Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dahsyat.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Lima roti dan dua ikan dalam tanganku menjadi beberapa potong roti isi.
Lima roti dan dua ikan dalam tangan Yesus memberi makan ribuan orang.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Paku-paku dalam tanganku menghasilkan sangkar burung.
Paku-paku dalam tangan Yesus Kristus menghasilkan keselamatan bagi segenap umat manusia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Kau lihat sekarang, segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Jadi serahkan segala masalahmu, kekhawatiranmu, ketakutanmu,
harapan-harapanmu, impian-impianmu,
keluargamu, kawan serta sahabat-sahabatmu
dalam tangan Tuhan sebab...
segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.

Pesan ini sekarang ada dalam tanganmu.
Apa yang hendak KAU lakukan dengannya?
Tergantung ada dalam tangan siapa.

MEMPERTAHANKAN HAK

" MEMPERTAHANKAN HAK"

Di Springfield, Illinois ada seorang kaya yang mendesak seorang miskin yang meminjam uang $2,5 untuk segera membayarnya. Ketika hal itu ditolak, ia memutuskan untuk menuntut orang miskin tadi. Ia segera menghubungi ahli hokum yang masih muda bernama Lincoln, yang pada mulanya ragu-ragu untuk menangani masalah ini. Tapi, akhirnya ia setuju, jika orang kaya itu mau memberinya uang muka $10. Kliennya segera mengabulkannya.

Lalu Lincoln menemui orang miskin tadi dan menawarkan kepadanya $5 juka ia segera melunasi hutangnya. Maka Lincoln mendapat $5 dan orang miskin itu mendapat $2,5 dan tuntutan tadi terpenuhi. Orang kaya tadi dengan bodoh telah membayar 3 kali lebih besar dari piutang yang sebenarnya, hanya untuk mempertahankan haknya.

Cepat atau lambat setiap kita akan dihadapkan pada suatu keadaan di mana hak-hak kita dilanggar, kita tidak boleh selalu tunduk dan pasif, tetapi kadang –kadang kita harus berbicara dengan bijaksana untuk mempertahankan diri. Tetapi harus dicatat jangan terlalu memaksakan diri mempertahankan hak sehingga harus mengalami kerugian di dalam kebodohan.

Tetapi aku berkata, “Aku telah bersusah-susah dengan prrcuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun hakku terjamin pada Tuhan dan upahku pada Allahku.”
Yesaya 49:4

HARAPAN YANG KOSONG

" HARAPAN YANG KOSONG"

Pada suatu hari seseorang berkunjung ke rumah temannya yang bekerja sebagai petani. Ia telah lama tak saling berjumpa, ia melihat temannya itu tampak sangat menderita. Dengan penuh tanda tanya ia mulai mengajaknya bercakap-cakap.

“Sobat, apakah tahun ini hasil panenmu tak baik?”
“Aku tak mempunyai hasil panen sedikit pun,” jawab petani itu
“O, maaf. Tidakkah kau dapatkan hasil dari pohon-pohon kapasmu?” tanya temanya dengan hati penuh iba.
“Tidak, aku tidak menanam pohon kapas satu pun, saya takut kalau kutu-kutu yang ada di benih kapas merusak pohon-pohon yang akan tumbuh”, jawab petani kembali.
“Dan bagaimana dengan gandummu?” tanyanya kembali.
“Aku tak menanam gandum juga, karena saya pikir tahun ini tidak akan turun hujan.”

“Kalau begitu kamu menanam kentang ?”
“Tidak, aku pun tidak memikirkan untuk menanam kentang, karena aku takut belalang akan menyerang dan memakan habis tanaman itu,” jawab petani lagi.

Kalau begitu tak heran bila petani tadi tak mempunyai hasil panen. Dia terlalu takut dan kuatir untuk hal-hal yang belum tentu terjadi. Cerita tadi mengingatkan kita kepada hamba yang tidak setia yang menggali lubang untuk menyembunyikan talentanya. Seringkah kita melakukan tindakan seperti petani itu?

…Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan di ambil daripadanya.
Matius 25:26-29

Yang Besar itu dari yang Kecil

"Yang Besar itu dari yang Kecil"

 

Benyamin Franklin suatu kali pernah brkata, “Pukulan-pukulan kecil dapat menumbangkan pohon oak yang besar!” Memang mengherankan, karena hal-hal yang penting dan besar di dunia ini justru berasal dari hal-hal yang kecil.

Tahukah saudara bahwa sarang laba-laba di sebuah kebun merupakan inspirasi pembuatan jembatan gantung? Suara ketel di atas kompor memberi inspirasi terhadap mesin uap? Sebuah lentera yang berjuntai di sebuah menara memberi inspirasi jam bandul? Sebuah apel yang jatuh dari pohon memberi inspirasi penemuan hokum gravitasi! Yah, hal-hal yang kecil sering mengakibatkan hal-hal yang besar!

Beberapa tahun yang lalu seorang petani dari Illinois selatan, yang berpakaian sangat sederhana, datang ke “Sekolah Alkitab Moody” di Chicago dan sambil lalu ia menanyakan apakah ia boleh meliha-lihat sekolah tersebut. Meskipun tamu itu seorang asing, setiap orang memperlakukanya dengan baik. Sesampai di rumah, tamu sederhana ini menulis surat kepada sekolah tersebut, menyatakan kekagumannya dan dalam surat itu ia melampirkan check seharga 20.000 dolar!

Pemberian ini sungguh tak disangka-sangka, karena sebelumnya mereka tak menyangka-nyangka tamu itu punya cukup uang untuk membeli makan malamnya. Tetapi, karena penghuni sekolah itu telah setia terhadap hal-hal yang kecil dan mempraktekkan kasih Kristus akhirnya mereka memperoleh berkat yang besar.

Maka kata tuannya itu kepadanya, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan stia, engkau telah setia dalam perkara kecil, Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Matius 25:21

BELAJAR MENGEMUDI MOBIL

"Belajar Mengemudi Mobil"

 

Manusia selalu cenderung mementingkan diri sendiri. Seorang filsuf pernah berkata, “Yang utama adalah perhatikanlah dirimu sendiri, sebab bila seseorang tidak memperhatikan dirinya sendiri, siapa lagi yang akan memperhatikannya?”

Seorang pendeta bercerita tentang seorang yang sedang belajar mengemudikan mobil di luar kota. Dalam waktu 1 jam saja, ia telah dapat menguasai kemudi dan menjalankan mobil ke depan dan ke belakang dengan tepat. Penguasaan gigi versenelign pun semakin lancar. Pelatihnya berkata, “Cukup, sekarang kita masuk ke kota!”

Kemudian dia menjalankan mobilnya di tengah keramaian kota. Baru beberapa menit setelah dia menjalankan mobil di jalan raya itu, ia menuju pinggir dan memberhentikan mobilnya. Pelatihnya bertanya, “Ada apa?”

“Ah, bila semua kendaraan itu tidak ada, pasti akan mudah mengendarai mobil di jalan ini,” keluh pemuda yang baru belajar mengemudi ini.

Ya.., kita sering menjadi kesal karna keadaan di sekitar kita dan merasa terganggu dengan desakan kebutuhan orang lain, bukan?

Dan janganlah tiap-tiap orang memperhatikan kepentingan kepentingannya sendiri tetapi kepentingan orang lain juga.
Filipi 2:4

IMAN SEORANG ANAK KECIL

" IMAN SEORANG ANAK KECIL"



Pada suatu hari seorang wanita sedang membimbing keponakannya belajar.Tapi tidak seperti biasanya, kali ini keponakannya tidak bisa berkonsentrasi. Ternyata salah satu kelerengnya hilang. Tiba - tiba anak itu berkata, "Bi, bolehkah aku berlutut dan meminta Allah untuk menemukan kelerengku ?"
Ketika bibinya mengizinkan, anak itu lalu berlutut di dekat kursinya, menutup matanya dan berdoa dengan sungguh - sungguh. Selesai berdoa dia bangkit berdiri dan melanjutkan pelajarannya.

Keesokan harinya, bibinya yang takut doa keponakannya tidak terjawab, dan dengan demikian akan melemahkan imannya, dengan khawatir bertanya, "Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu ?"

"Tidak, Bi" Jawab anak itu, "tetapi Allah telah membuatku tidak menginginkan kelereng itu lagi."

Alangkah indahnya iman anak itu. Allah memang tidak selalu menjawab doa kita menurut kehendak kita, tetapi jika kita tulus berdoa, Dia akan mengambil keinginan kita yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Maju terus dalam Tuhan, Tuhan Yesus memberkati saudara dan seisi rumah, Amin. Teriring salam dan doa.

PESAN YANG SALAH DIARTIKAN

"PESAN YANG SALAH DIARTIKAN"



Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal: pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dan kedua jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka. Jawab anak yang bungsu: Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama. Jawab anak sulung: Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut.Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris karena mempunyai jam kerja lebih lama.

ANAK "KU"

CERITA BIJAK KRISTIANI"
ANAK "KU"

Seorang pengusaha di New York, setiap hari berangkat dan pulang kerja dengan mengendarai kapal ferry. Pada suatu hari ia perhatikan ada seorang penumpang baru yaitu seorang anak laki-laki yang membawa kotak semir sepatu.

Pengusaha itu berbicara kepada anak itu dengan ramah dan membayarnya setelah sepatunya di bersihkan. Sejak saat itu kapan saja pengusaha itu naik kapal, anak itu selalu mendekatinya dengan senyum bahagia. Ia menawarkan diri untuk membawakan tasnya, mengikatkan pakaiannya dan memberikan sepatunya tanpa mengharapkan upah apapun.
Seminggu kemudian pengusaha tadi bertanya pada anak itu, “Apa yang membuat kau tertarik melakukan semuanya ini?”

“Pak,” jawabnya, “Pertama kali bapak berjumpa dengan saya, bapak memanggil saya ‘anakku’. Sebelumnya saya berfikir bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki saya, karena orang tua saya sudah tiada. Tetapi ketika saya berjumpa bapak, bapak begitu baik kepada saya dan selalu memanggil saya ‘anakku’ karena itu tidak ada sesuatu apapun yang tidak saya lakukan untuk bapak!”
Pengusaha tadi tersentuh hatinya dan bertanya, “Maukah engkau ikut bersamaku, tinggal bersamaku dan aku angkat sebagai anakku sendiri?”
“Bapak yang baik, itu sungguh menyenangkan hati saya. Terima kasih pak,” kata anak itu dengan air mata bercucuran.

Demikian juga kita semua, seharusnya kita semua terbuang, tetapi ada Seorang yang memperhatikan kita dan selalu memanggil kita “AnakKu”. Karena itu kita berpindah dari yang terbuang menjadi yang tersayang. Seperti ada tertulis :

Dan Aku akan menjadi Bapamu dan kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki dan anak-anakKu perempuan. Demikianlah firman Tuhan, yang Mahakuasa.
2 Korintus 6:18

JIKA TUHAN MENJATUHKAN BATU

 CERITA BIJAK KRISTIANI 

"JIKA TUHAN MENJATUHKAN BATU "

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat dia harus menyampaikan pesan penting pada seseorang yang ada di bawah. Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena di bawah begitu bising dengan hiruk-pikuk suara mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja. Oleh karena itu, untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, Ia mencoba melemparkan uang logam di depan orang itu. Orang itu berhenti sebentar, mengambil uang itu kemudian bekerja lagi. Pekerja itu mencoba lagi, tapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama.

Tetapi tiba-tiba ia mendapat ide, ia mengambil batu kecil, dan melemparkanya kea rah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala orang itu, dan karena merasa kesakitan, orang itu menengadah ke atas. Sekarang pekerja yang di atas dapat menjatuhkan catatan yang brisi pesannya.

Tuhan kadang-kadang menggunakan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Sering kali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu memang lebih tepat kalau Tuhan menjatuhkan batu kepada kita.

Peringatan-peringatanMu adalah milik pusakaku untuk slama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku. Mazmur 119:111

SUARA HATI

CERITA BIJAK KRISTIANI
 "SUARA HATI"


Seorang petani berada dalam perjalanan pulang ke rumah dengan mobil barunya. Setelah dekat degan lokasi pertaniannya, ia memutuskan untuk mencoba kecepatan mobilnya. Ia melewati tepi jalan yang menuju ke rumahnya dan melaju untuk lebih dari satu mil. Setelah melewati suatu tikungan tajam dengan cepatnya ia melaju kembali ke tepi jalan.

Ada seorang laki-laki mengendarai station wagon mencoba mengamati sekeliling tikungan, “Apakah ada orang yang melihat dia?” Dia melihat dari arah belakang ada mobil yang berkecepatan tinggi yang melaju ke arahnya. Laki-laki tadi mengira bahwa itu adalah mobil polisi yang menyamar. Takut kalau jejaknya di ketahui, ia cepat-cepat membelokkan station wagonnya ke jalan menurun. Petani tadi juga mengambil jalan yang sama untuk menuju ke rumahnya.

Melihat dirinya diikuti terus dari belakang, laki-laki ini langsung tancap gas untuk melarikan diri. Kemudian lelaki tsb melompat dari mobilnya dan tewas. Setelah diselidiki, ternyata mobil station wagon tadi berisi penuh dengan kopi curian, rokok dan amunisi. Suara hati yang menuduhnya membuat orang itu lari dan akhirnya tewas, meskipun tidak ada orang yang mengejarnya.
Kita dapat menipu orang lain dengan tindakan kita tetapi kita tidak dapat menipu suara hati. Ingat, suara hati yang kita anggap buruk sekalipun dapat mendatangkan peringatan yang indah.

Sebab dengan itu mereka menunjukkan,bahwa isi hukum taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.
Roma 2:15

IRI HATI

CERITA BIJAK KRISTIANI

"IRI HATI"


Seorang anak kecil, penyemir sepatu sedang merenungi nasibnya di bawah sebuah pohon, di depan supermarket, dimana dia sering meminta sepatu tamu-tamu untukk disemirnya. Rupanya anak itu kecewa dengan keadaannya, dan itu menambah kesedihannya

Kemudian masuklah seorang kaya dengan mobil Mercedeznya. Anak itu mengikuti terus gerak mobil orang kaya itu sambil berpikir, “Alangkah bahagianya jikaaku yang ada didalam mobil itu, aku tidak akan menyemir sepatu lagi dan tentu pakaianku, makanku dan rumahku akan jauh lebih meyenangkan”.

Sopir sang kaya itu masuk ke supermarket, tetapi orang kaya itu tetap tinggal di dalam mobilnya. Tanpa sengaja, pandangan orang kaya dan anak kecil itu bertemu. Dalam hati si kaya berpikir “Alangkah bahagianya jika aku boleh bebas seperti anak itu”.

Tiba-tiba saja si kaya melambaikan tangan memanggil anak kecil yang tengah melamun itu. Setelah ia mendekat ke mobil itu, orang kaya itu bertanya, “Maukah kamu menggantikan saya duduk di dalam mobil ini dan saya akan menggantikanmu?” Ditengah-tengah terkejutnya anak itu si kaya membuka pintu mobilnya dan ia tambah terkejut lagi ketika melihat bahwa si kaya itu tidak mempunyai kedua kaki lagi.......

Akhirnya anak itu lari sambil menjawab, “Tidak…tidak, saya tidak mau, saya mau seperti sekarang saja!”

Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
Yakobus 3:16
Diberdayakan oleh Blogger.

search

Site Info

wibiya widget

Copyright 2010 @ Movie,E-book, & Software