![]() |
(Bahasa Indonesia)
Bola basket dalam tanganku berharga $19.
Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Baseball dalam tanganku berharga $6.
Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku.
Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Tongkat dalam tanganku menghalau binatang buas.
Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.
Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dahsyat.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Lima roti dan dua ikan dalam tanganku menjadi beberapa potong roti isi.
Lima roti dan dua ikan dalam tangan Yesus memberi makan ribuan orang.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Paku-paku dalam tanganku menghasilkan sangkar burung.
Paku-paku dalam tangan Yesus Kristus menghasilkan keselamatan bagi segenap umat manusia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Kau lihat sekarang, segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Jadi serahkan segala masalahmu, kekhawatiranmu, ketakutanmu,
harapan-harapanmu, impian-impianmu,
keluargamu, kawan serta sahabat-sahabatmu
dalam tangan Tuhan sebab...
segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Pesan ini sekarang ada dalam tanganmu.
Apa yang hendak KAU lakukan dengannya?
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Benyamin Franklin suatu kali pernah brkata, “Pukulan-pukulan kecil dapat menumbangkan pohon oak yang besar!” Memang mengherankan, karena hal-hal yang penting dan besar di dunia ini justru berasal dari hal-hal yang kecil.
Tahukah saudara bahwa sarang laba-laba di sebuah kebun merupakan inspirasi pembuatan jembatan gantung? Suara ketel di atas kompor memberi inspirasi terhadap mesin uap? Sebuah lentera yang berjuntai di sebuah menara memberi inspirasi jam bandul? Sebuah apel yang jatuh dari pohon memberi inspirasi penemuan hokum gravitasi! Yah, hal-hal yang kecil sering mengakibatkan hal-hal yang besar!
Beberapa tahun yang lalu seorang petani dari Illinois selatan, yang berpakaian sangat sederhana, datang ke “Sekolah Alkitab Moody” di Chicago dan sambil lalu ia menanyakan apakah ia boleh meliha-lihat sekolah tersebut. Meskipun tamu itu seorang asing, setiap orang memperlakukanya dengan baik. Sesampai di rumah, tamu sederhana ini menulis surat kepada sekolah tersebut, menyatakan kekagumannya dan dalam surat itu ia melampirkan check seharga 20.000 dolar!
Pemberian ini sungguh tak disangka-sangka, karena sebelumnya mereka tak menyangka-nyangka tamu itu punya cukup uang untuk membeli makan malamnya. Tetapi, karena penghuni sekolah itu telah setia terhadap hal-hal yang kecil dan mempraktekkan kasih Kristus akhirnya mereka memperoleh berkat yang besar.
Maka kata tuannya itu kepadanya, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan stia, engkau telah setia dalam perkara kecil, Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Matius 25:21
Manusia selalu cenderung mementingkan diri sendiri. Seorang filsuf pernah berkata, “Yang utama adalah perhatikanlah dirimu sendiri, sebab bila seseorang tidak memperhatikan dirinya sendiri, siapa lagi yang akan memperhatikannya?”
Seorang pendeta bercerita tentang seorang yang sedang belajar mengemudikan mobil di luar kota. Dalam waktu 1 jam saja, ia telah dapat menguasai kemudi dan menjalankan mobil ke depan dan ke belakang dengan tepat. Penguasaan gigi versenelign pun semakin lancar. Pelatihnya berkata, “Cukup, sekarang kita masuk ke kota!”
Kemudian dia menjalankan mobilnya di tengah keramaian kota. Baru beberapa menit setelah dia menjalankan mobil di jalan raya itu, ia menuju pinggir dan memberhentikan mobilnya. Pelatihnya bertanya, “Ada apa?”
“Ah, bila semua kendaraan itu tidak ada, pasti akan mudah mengendarai mobil di jalan ini,” keluh pemuda yang baru belajar mengemudi ini.
Ya.., kita sering menjadi kesal karna keadaan di sekitar kita dan merasa terganggu dengan desakan kebutuhan orang lain, bukan?
Dan janganlah tiap-tiap orang memperhatikan kepentingan kepentingannya sendiri tetapi kepentingan orang lain juga.
Filipi 2:4
Seorang anak kecil, penyemir sepatu sedang merenungi nasibnya di bawah sebuah pohon, di depan supermarket, dimana dia sering meminta sepatu tamu-tamu untukk disemirnya. Rupanya anak itu kecewa dengan keadaannya, dan itu menambah kesedihannya
Kemudian masuklah seorang kaya dengan mobil Mercedeznya. Anak itu mengikuti terus gerak mobil orang kaya itu sambil berpikir, “Alangkah bahagianya jikaaku yang ada didalam mobil itu, aku tidak akan menyemir sepatu lagi dan tentu pakaianku, makanku dan rumahku akan jauh lebih meyenangkan”.
Sopir sang kaya itu masuk ke supermarket, tetapi orang kaya itu tetap tinggal di dalam mobilnya. Tanpa sengaja, pandangan orang kaya dan anak kecil itu bertemu. Dalam hati si kaya berpikir “Alangkah bahagianya jika aku boleh bebas seperti anak itu”.
Tiba-tiba saja si kaya melambaikan tangan memanggil anak kecil yang tengah melamun itu. Setelah ia mendekat ke mobil itu, orang kaya itu bertanya, “Maukah kamu menggantikan saya duduk di dalam mobil ini dan saya akan menggantikanmu?” Ditengah-tengah terkejutnya anak itu si kaya membuka pintu mobilnya dan ia tambah terkejut lagi ketika melihat bahwa si kaya itu tidak mempunyai kedua kaki lagi.......
Akhirnya anak itu lari sambil menjawab, “Tidak…tidak, saya tidak mau, saya mau seperti sekarang saja!”
Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
Yakobus 3:16
Seorang wanita hanya mempunyai seorang anak berkata kepada istri pendetanya, “Saya tidak berani berkata kepada Tuhan ‘kehendakMu yang jadi’ karena saya takut Tuhan akan mengambil anak laki-lakiku satu-satunya dan juga memberiku percobaan-percobaan yang berat!”
Mendengar hal itu temannya menjawab, “Seandainya anakmu datang kepadamu dan berkata bahwa anakmu ingin melakukan apa saja yang ibunya inginkan, apakah engkau akan berpikir ; ‘Nah inilah kesempatan supaya segala pekerjaan saya digantikannya. Saya mau memberi pekerjaan yang berat baginya, supaya ia tidak dapat bermain diluar hari ini?”
“Oh.. tidak,” kata si ibu, “tentu saja saya akan memberinya pekerjaan yang dapat dikerjakannya.”
“Apakah engkau berpikir bahwa Tuhan yang penuh kasih itu tidak mempunyai hati yang lebih baik dari hatimu?” tanya wanita itu lagi
“Yah, sekarang saya mengerti!” jawab si ibu.
Kita sekarang tidak perlu lagi kuatir untuk berkata ‘kehendakMu yang jadi, Tuhan”. Segala sesuatu yang datang dari Tuhan tidak pernah mencelakakan anakNya tetapi justru mendatangkan berkat.
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! (Lukas 11:13)
2. Download Gom Player3. Download WinRar4. Download HJ-SPLIT5. Download Open Subtitles MKV Player