Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kamis, 14 Oktober 2010

THE OMEN

THE OMEN
Tahun 1976, dirilis salah satu film horror klasik terbesar sepanjang sejarah, The Omen yang merupakan hasil dari tangan dingin Richard Donner. Memang banyak film yang mengangkat tema setan ataupun wujud nyata fisik iblis. Namun The Omen tetap bisa berdiri sebagai salah satu yang terbaik—di samping The Exorcist—, dan hingga kini sulit mencari tandingannya. Angka 666 yang diyakini merupakan angka setan yang membuahkan terror akan terus dikait-kaitkan dengan hari kiamat dunia.

Tanggal 6 bulan 6 jam 6, seorang anak yang belum diketahui orang tuanya terlahir di dunia ini.Robert Thorn (Gregory Peck) harus berbohong kepada istrinya, Kathy (Lee Remick), bahwa Ia mengalami keguguran dan mengganti sang bayi dengan bayi asing yang akhirnya dipercaya sebagai titisan setan. Teror dimulai ketika ulang tahun kelima dari anak yang mereka beri nama Damien (Harvey Stevens) itu. Satu per satu orang terdekatnya menjadi korban dalam sebuah kematian yang tragis. Sampai seorang pastor dating memberi tahu bahwa Damien harus dibunuh.

The Omen juga terkenal dengan kutukan yang menimpa semua kru dan pemainnya karena dipercaya setan selalu hadir di lokasi setiap pengambilan gambar. Mungkin karena film ini mengait-ngaitkan dengan teori keagamaaan—lengkap dengan ayat-ayat injil—sehingga wujud setan yang lahir di dunia ini semakin jelas. Dan hebatnya itu juga berpengaruh terhadap filmnya sendiri yang juga memberi “kutukan” terhadap penontonnya berupa pikiran paranoid.

Penuh aura kejahatan, semua terlihat begitu alami dan mencekam. Emosi Gregory Peck terlihat pas—entah karena Ia baru ditinggal bunuh diri oleh anak laki-lakinya dua bulan sebelum syuting atau apa. Begitu juga dengan penampilan menarik dari Lee Remick sebagai lawan mainnya.

Memang wujud setan dalam film ini adalah berupa anak kecil yang manis dan memiliki wajah tak berdosa—tanpa make up horror yang menempel pada wajah sang bocah sekali pun.. Namun bocah tengik itu juga yang menyebabkan segalanya menjadi dingin dan mengerikan. Banyak sekali adegan yang dapat “mengganggu” dan menghantui pikiran penonton seperti pada awal dari semua terror terjadi yakni ketika seorang baby sitter “rela” menyerahkan nyawanya kepada seorang anak yang baru berusia lima tahun dengan cara gantung diri.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

search

Blog Archive

Site Info

wibiya widget

Copyright 2010 @ Movie,E-book, & Software